Incubus Live in Concert
Incubus, band dari California bakalan manggung di Jakarta tgl 5 Maret, band yang digawangi oleh Brandon Boyd (lead vocals), Mike Enzinger (lead guitar), Jose Pasillas (drums), Kris Kilmore (turntables / keyboard) dan Ben Kenney (bass), bukan band asing buat pecinta musik di Indonesia, mereka juga menjadi salah satu inspirator untuk beberapa band di negeri ini, salah satunya Drive. Band yang telah mengeluarkan album Fungus Amongus (1995), Enjoy Incubus (1997), S.I.E.N.C.E. (1997), Make Yourself (1999), When Incubus Attack, Vol. I (2000), Morning View (2001), A Crow Left Of The Murder (2004), Light Grenades (2006) akan menggelar konsernya di Tennis Indor Senayan mulai pkl 20:00 WIB dan ini merupakan konser Incubus yang pertama kalinya di Indonesia. Untuk tiketnya, Java Musikindo membandrol band ini dengan 2 kategori harga, tribune (free seating) Rp 450.000 dan festival (free standing) Rp 550.000.
Selain Incubus, Skid Row juga akan menggebrak Indonesia di lima kota, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Malang. Konon katanya, Skid Row akan manggung di Jogja, tapi berhubung mendapat protes dari supporter sepakbola (lebih tepatnya tersandung soal izin), maka rencana itu berubah dan digantikan Semarang, padahal untuk melihat aksi panggung kelas dunia ini, Rp 20 rebu merupakan harga yang murah meriah. Skid Row merupakan band yang lahir di Jersey pada tahun 1986, digawangi oleh Sebastian “Baz” Bach (lead vocals), Dave “The Snake” Sabo (gitar), Scotti Hill (gitar), Rachel Bolan (bas) and Rob Affuso (drum), sedangkan saat mengguncang Indonesia formasinya berubah menjadi John Solinger (vokal), Rachel Bolan (bass), Scotti Hill (guitar), David Gara (drum), dan Ryan Cook (guitar), untuk di Semarang, Skid Row akan manggung tgl 11 Maret dengan tiket Rp 20 rebu.
Nongkrong di Mandala ama Bayu, ngobrolin GP (sumprit aku ga mudheng blas) sampe akhirnya dia ngeluh soal ban motornya yg cepet abis, kenapa ya? sejauh ini, aku emang belum pernah liat ban yang abisnya kompakan antara sisi kanan dengan sisi kiri, awalnya seh aku pikir karena posisi duduk pengemudi itu sendiri yang cenderung miring ke kanan or ke kiri sehingga berpengaruh ke ban itu tadi atau mungkin tekanan udara yang kurang (ternyata kurang angin juga bikin bensin cepet abis, lho). Dari hasil baca² di Google.com ternyata ada beberapa alasan yang bikin ban cepet habis, diantaranya adalah :
Bagi para penggila sepakbola, menonton tim kesayangan berlaga di lapangan hijau tentu momen yang sangat dinanti-nantikan. Apalagi jika laga tersebut merupakan partai besar (bigmatch), di mana para fans biasanya terbius atmosfer pertandingan yang membuat mereka tegang, sedih atau pun suka cita. Namun siapa sangka, dibalik keasyikan menonton sang idola memainkan di kulit bundar ternyata ada risiko kematian yang mengintai. Menurut peneliti di Jerman, menonton sebuah bigmatch dapat menimbulkan ketegangan otot jantung yang berujung pada kasus serangan jantung.Tim peneliti yang dipimpin Dr Ute Wilbert-Lampen dari Ludwig-Maximilians University di Munchen mengungkap sebuah data menarik tentang kasus serangan jantung yang dikaitkan dengan hari-hari di mana tim nasional Jerman tampil di ajang Piala Dunia 2006. Hasil analisis mengungkapkan, risiko para fans – khususnya pria Jerman – mengalami serangan jantung atau gangguan serius jantung lainnya meningkat hingga tiga kali lipat saat mereka hadir mendukung tim nasional tampil. Angka tersebut tercatat 82 persen lebih tinggi ketimbang para wanita Jerman. Peneliti juga menemukan, kasus kegawatan jantung biasanya terjadi dalam dua jam setelah pertandingan di mulai.”Menyaksikan pertandingan sepakbola dalam keadaan tegang dapat meningkatkan risiko terjadinya kasus kardiovaskular hingga lebih dari dua kali lipat,” ungkap Dr Ute Wilbert-Lampen dan koleganya yang mempublikasikan temuan ini dalam New England Journal of Medicine.