Merawat Ban Agar Awet
Nongkrong di Mandala ama Bayu, ngobrolin GP (sumprit aku ga mudheng blas) sampe akhirnya dia ngeluh soal ban motornya yg cepet abis, kenapa ya? sejauh ini, aku emang belum pernah liat ban yang abisnya kompakan antara sisi kanan dengan sisi kiri, awalnya seh aku pikir karena posisi duduk pengemudi itu sendiri yang cenderung miring ke kanan or ke kiri sehingga berpengaruh ke ban itu tadi atau mungkin tekanan udara yang kurang (ternyata kurang angin juga bikin bensin cepet abis, lho). Dari hasil baca² di Google.com ternyata ada beberapa alasan yang bikin ban cepet habis, diantaranya adalah :
- Tekanan angin kurang/berlebihan
- Beban berlebihan
- Pengereman dan akselerasi yang berlebihan
- Kondisi musim (Musim kemarau ban akan lebih cepat aus)
- Power motor besar tetapi penggunaan ban relatif kecil
- Material karet kompon ban (Kompon lunak akan lebih cepat habis daripada kompon keras)
Berikut beberapa tips untuk merawat ban:
- Periksa tekanan angin dan kondisi fisik secara berkala.
- Saat motor diparkir gunakan standard tengah untuk mengurangi tekanan pada ban pada posisi yang sama diwaktu yang lama.
- Hindari kontaminasi dengan cairan2 kimia yang merusak,olie dan bensin segera bersihkan dengan air dan sabun jika terkena cairan tersebut.
- Hindari kontak dengan sinar matahari dengan waktu yang lama karena akan membuat karakter karet ban berubah.
- Demi keamanan, ganti ban yang sudah melewati batas TWI.
Cara memasang ban yang baik dan benar
Dalam memasang ban ada beberapa hal yang harus diperhatikan demi keselamatan pengendara dan keawetan ban diantaranya:
- Gunakan peralatan yang tidak merusak ban atau velg.
- Pastikan velg sejajar dengan rim line saat terpasang.
- Pastikan arah putar sesuai dengan petunjuk.
- Cek tekanan angin agar sesuai dengan standardnya.
- Sesuaikan ukuran ban dalam terhadap ban luarnya.
- Pastikan tidak ada benda asing seperti krikil tajam, beling atau paku di dalam ban.
- Gunakan selalu rim tape untuk melindungi ban dalam dari tusukan spoke velg.
- Pastikan bahwa posisi Valve ban dalam sesuai dengan tanda posisi Valve yang tertera pada ban.
- Kencangkan mur ban dalam seperlunya.
- Setelah mengganti ban belakang sejajarkan posisinya agar lurus terhadap ban depan untuk menghindari keolengan.
- Setelah ban terpasang tarik beberapa kali tuas rem terutama rem hidrolik sampai terasa tekanan rem sudah kembali normal untuk menghindari terjadinya rem blong.