<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>.unintended.web.id &#187; Headline</title>
	<atom:link href="http://unintended.web.id/category/headline/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://unintended.web.id</link>
	<description>Just Another Worsepress</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Jun 2010 14:15:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Manfaat Sholat</title>
		<link>http://unintended.web.id/2010/06/manfaat-sholat/</link>
		<comments>http://unintended.web.id/2010/06/manfaat-sholat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 14:03:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unintended</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unintended.web.id/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Sholat (salat) adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit! Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya? TAKBIRATUL IHRAM Postur:[...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sholat (salat) adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat<br />
bagi berbagai jenis penyakit!<span id="more-619"></span></p>
<p>Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?</p>
<p>TAKBIRATUL IHRAM<br />
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke s! eluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.</p>
<p>RUKUK<br />
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.<br />
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.</p>
<p>I&#8217;TIDAL<br />
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.<br />
Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami ! pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.</p>
<p>SUJUD<br />
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.<br />
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma&#8217;ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.</p>
<p>DUDUK<br />
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.<br />
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.</p>
<p>SALAM<br />
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.<br />
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala d! an menjaga kekencangan kulit wajah.</p>
<p>BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri luar dalam.</p>
<p>PACU KECERDASAN<br />
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah?rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai<br />
kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.</p>
<p>Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.</p>
<p>PERINDAH POSTUR<br />
Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan. Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak<br />
tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.</p>
<p>MUDAHKAN PERSALINAN<br />
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini<br />
menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).</p>
<p>PERBAIKI KESUBURAN<br />
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir).<br />
Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.</p>
<p>Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.</p>
<p>AWET MUDA<br />
Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan.<br />
Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.</p>
<p>Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada kekencangan kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini menghindarkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.</p>
<p>Banyak khan manfaatnya? Jadi, mari kita salat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unintended.web.id/2010/06/manfaat-sholat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Facebook Bikin Otak Lapuk</title>
		<link>http://unintended.web.id/2010/03/facebook-bikin-otak-lapuk/</link>
		<comments>http://unintended.web.id/2010/03/facebook-bikin-otak-lapuk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 18:29:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unintended</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unintended.web.id/?p=608</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada yang tahu bagaimana Farhan, 10 tahun, bisa memiliki akun di Facebook, bahkan kakaknya sendiri. Di jejaring sosial itu, selain memiliki ratusan teman, dia punya hewan peliharaan alias pet society. Menurut kakaknya, Rena, Farhan sampai menyempatkan diri ke warung Internet dulu untuk membuka Facebook sebelum berangkat ke sekolah. Di rumah, jika Rena sedang menggunakan komputer jinjing (laptop), adiknya itu juga suka ikutan untuk sekadar chatting dengan teman sekolahnya. Anak kelas IV Sekolah Dasar Sukatani, Cimanggis, Depok, ini bakal ngambek[...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak ada yang tahu bagaimana Farhan, 10 tahun, bisa memiliki akun di Facebook, bahkan kakaknya sendiri. Di jejaring sosial itu, selain memiliki ratusan teman, dia punya hewan peliharaan alias pet society.</p>
<p>Menurut kakaknya, Rena, Farhan sampai menyempatkan diri ke warung Internet dulu untuk membuka Facebook sebelum berangkat ke sekolah. Di rumah, jika Rena sedang menggunakan komputer jinjing (laptop), adiknya itu juga suka ikutan untuk sekadar chatting dengan teman sekolahnya.</p>
<p>Anak kelas IV Sekolah Dasar Sukatani, Cimanggis, Depok, ini bakal ngambek seharian jika dilarang. Sekarang orang tua Farhan sudah membatasi dia bermain Facebook, cukup 1 jam selama satu hari. Itu dilakukan sebelum tidur jika sudah belajar.</p>
<p>Jejaring sosial Facebook memang sudah sedikit basi bagi beberapa kalangan. Meski begitu, memelihara hewan di dunia maya atau chatting dengan teman masih sangat mengasyikkan bagi anak-anak ketimbang membaca buku, apalagi bermain layangan.</p>
<p>Sejumlah penelitian yang disampaikan Novian Triwidia Jaya, konsultan parenting dan life coaching dari Dynamic Brain, menunjukkan adanya dampak buruk Facebook terhadap anak, meski tidak spesifik langsung.</p>
<p>Novian mengatakan kemampuan spasial anak di bawah 10 tahun akan menurun jika mereka di depan komputer lebih dari 2 jam. &#8220;Kemampuan spasial itu adalah kemampuan si anak untuk berimajinasi atau membayangkan sesuatu,&#8221; ujar Novian saat ditemui di Tea Addict Lounge, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>Di Facebook atau jejaring sosial lainnya, macam Friendster, kata dia, semua sudah ada di situ, mulai bentuk emosi hingga gerakan-gerakan. Sehingga si anak tidak lagi sering berimajinasi, yang mengakibatkan kemampuannya tidak terasah. Mereka, menurut Novian, nantinya sulit memecahkan masalah logika.</p>
<p>Lebih buruk lagi, Facebook akan membuat kecerdasan sosialisasi anak menjadi rendah karena terbiasa berkomunikasi satu arah. Mereka cuma terbiasa chatting atau mengirim e-mail. Padahal, menurut Novian, antara keyboard dan verbal sangat berbeda. &#8220;Di masa dewasanya, mereka jadi takut berbicara di depan umum, meski piawai dalam mengetik,&#8221; tutur lulusan lembaga khusus analisis perilaku DISCovery Amerika ini.</p>
<p>Belum lagi Facebook memiliki aplikasi game yang bisa membuat si anak jadi tambah adiksi. Untuk itu bahkan Novianto mengatakan si anak butuh obat untuk meredakan adiksinya itu.</p>
<p>Biasanya, awal-awal mereka bermain selama 1 jam, besoknya menjadi 2 jam dan terus bertambah. &#8220;Tidak pernah ada limit untuk kepuasan game. Karena game untuk sampai tamat itu bertingkat-tingkat,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Memang ada penelitian yang mengatakan anak menjadi pintar membuat strategi jika main game. Tapi penelitian lain menyebutkan, si anak akan terlatih untuk egoistis. Dia bebas mengulang permainan jika jagoannya kalah. &#8220;Sehingga dia tidak terbiasa untuk kalah,&#8221; ujar penulis buku Super Mom ini.</p>
<p>Saran Novian, anak boleh mengakses Facebook, tapi ada limitasi dari orang tua. Orang tua mengatur anak dengan teladan dan mengajak mereka berkomitmen. Misalnya orang tua membatasi bermain Facebook cukup 2 jam pada Sabtu dan Minggu saja.</p>
<p>Lakukan diskusi saat anak sedang merasa senang. Yang pasti, orang tua harus melek teknologi. Jangan menganggap si anak hebat karena bisa bermain komputer, tanpa tahu mereka membuka situs apa. Selain itu, usahakan pendaftaran akun jejaring sosial memakai e-mail orang tua, sehingga segala sesuatu yang masuk bisa dilihat.</p>
<p>Jika dalam perjalanan si anak masih bandel juga, orang tua memiliki hak prerogatif untuk menyimpan modem atau alat lainnya. Orang tua juga berhak mengatur uang saku si anak agar dia tidak kabur ke warnet. Novian sendiri menganjurkan agar telepon seluler diberikan kepada anak pada usia 16 tahun ke atas.</p>
<p>Dampak Buruk</p>
<p>   1. Anak jadi antisosial. Anak yang seharusnya belajar sosialisasi dengan lingkungan justru berkomunikasi di dunia maya. Kemampuan verbalnya menjadi menurun.<br />
   2. Dari beberapa literatur, kecanduan jejaring sosial juga berdampak pada kesehatan fisik. Sebab, terlalu banyak melotot di depan monitor tanpa pernah berolahraga bisa berisiko bagi kesehatan. Si anak akan mudah menderita obesitas atau kegemukan, kemudian mudah terkena penyakit pencernaan karena lupa makan dan gangguan pada mata.<br />
   3. Memotong waktu belajar. Membaca buku dirasakan anak tidak semenarik bermain Facebook, meski belum ada penelitian bahwa jejaring sosial ini menyebabkan nilai rapor si anak jadi buruk.<br />
   4. Tidak ada komunikasi dalam keluarga. Si anak lebih mementingkan temannya di dunia maya. Keluarga dinomorduakan.<br />
   5. Anak kecanduan pornografi. Di Facebook, si anak tak kesulitan menemukan grup dengan content seks dan hal yang berbau porno. (tempointeraktif.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unintended.web.id/2010/03/facebook-bikin-otak-lapuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vredeburg Dilengkapi Pemandu</title>
		<link>http://unintended.web.id/2009/04/vredeburg-dilengkapi-pemandu/</link>
		<comments>http://unintended.web.id/2009/04/vredeburg-dilengkapi-pemandu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 16:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unintended</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unintended.web.id/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah daerah perlu lebih memiliki kepedulian terhadap kekayaan dan aset budaya bernama museum, agar tingkat kunjungan museum dapat ditingkatkan. Mengingat museum bukan sekadar tempat menyimpan barang kuno namun juga media pelestari, edukasi dan rekreasi. Selain itu, pengelola museum juga perlu aktif dan kreatif menciptakan suasana yang diinginkan masyarakat mengingat kunjungan museum masih belum menjadi prioritas bagi Bangsa Indonesia. Direktur Museum Ditjen Sejarah dan Purbakala Depbudpar Dra Intan Mardiana MHum mengemukakan hal tersebut pada wartawan di Museum Benteng Vredeburg, belum lama[...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah daerah perlu lebih memiliki kepedulian terhadap kekayaan dan aset budaya bernama museum, agar tingkat kunjungan museum dapat ditingkatkan. Mengingat museum bukan sekadar tempat menyimpan barang kuno namun juga media pelestari, edukasi dan rekreasi. Selain itu, pengelola museum juga perlu aktif dan kreatif menciptakan suasana yang diinginkan masyarakat mengingat kunjungan museum masih belum menjadi prioritas bagi Bangsa Indonesia. Direktur Museum Ditjen Sejarah dan Purbakala Depbudpar Dra Intan Mardiana MHum mengemukakan hal tersebut pada wartawan di Museum Benteng Vredeburg, belum lama ini. Hal tersebut dikemukakan usai peresmian hotspot area serta pemandu perjuangan di museum tersebut. Sebelumnya dijelaskan Kepala Museum Benteng Vredeburg, Ediningsih MHum bahwa untuk selanjutnya para pemandu piket akan mengenakan busana-busana spesifik dalam menjalankan tugasnya. Saat ini mereka mengenakan pakaian Kolonial Belanda. Lain waktu akan dikenakan pakaian pejuang, bahkan pakaian yang dikenakan mereka yang dikenal sebagai pahlawan. &#8220;Semua dilakukan secara bertahap,&#8221; katanya. Dikatakan Intan Mardiana citra berbeda dengan yang lain, haruslah diciptakan. Jika dulu masyarakat masih object oriented sekarang hal itu sulit untuk dilakukan. &#8220;Kalau citra tidak diciptakan, masyarakat tidak akan datang ke museum,&#8221; tandasnya. Perubahan paradigma ini menurutnya harus dilakukan sehingga museum bisa &#8216;gaul&#8217;. Perubahan paradigma ini bisa dari pemandu, informasinya, penelitian maupun pameran yang dilakukan. Intan mengakui, museum sekarang kurang memberikan apa yang diharapkan masyarakat, seperti yang didapat dari mall misalnya, yang begitu kemilau. Karena itulah, kreativitas pengelola yang membuat kegiatan atau program yang aktual dari benda-benda atau bangunannya, menjadi sangat diperlukan. Sehingga apa yang ada di museum menjadi dimengerti dan bisa hidup. &#8220;Tentu ini harus direncanakan lebih awal bahkan menjadi calender of events,&#8221; tambahnya. Kepala Museum Benteng Vredeburg Ediningsih mengemukakan, jika kalangan perbelanjaan mengenal istilah one stop shoping maka museum ini memiliki obsesi sebagai one stop understanding history bagi DIY. Dalam idealisme ini terkandung makna bahwa Museum Benteng Vredeburg ke depan adalah museum yang menjadi tujuan masyarakat untuk mengenal dan memahami sejarah Yogyakarta. Sumber: http://kr.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unintended.web.id/2009/04/vredeburg-dilengkapi-pemandu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
