Setitik Harapan Untuk Esok

Lamunanku mencoba menerawang jeda panjang dalam kehidupanku yang suram, lagu-lagu malam pun serasa hambar dengan tarian kesepian. Lelahku memuncak dalam hitungan detik, seakan ingin berlari pergi ke dunia lain, atau mengakhirinya.

Dulu ini cerita lalu, dulu ada keinginan waktu akan membuatku menjadi semakin baik, Tuhan semakin mengerti kesengsaraanku, tapi sekarang Tuhan pun seakan hanya terduduk disana dengan senyum yang sama tanpa membuat aku sedikit bahagia.

Aku tidak tahu apa ada cercah bahagia untuk alur ceritaku esok, mungkin lebih baik aku berpuisi dalam derai tangis tak berkesudahan. Mungkin memang garis hidupku seperti deretan kereta lokomotif tua yang berjalan terseok dan berbunyi parau.

Esok, seperti apakah wajahku nanti? Sekarang cerita ini seakan ingin kuakhiri. Penderitaan, kesepian, deretan kesengsaraan yang tiada habis, akankah ada nanti di saat mendatang yang kan kusebut ESOK???

Selamat Tahun Baru, Semoga Esok Akan Lebih Baik

There are no responses so far

Leave a Reply