Meningkatkan Performa Blog
19.07.2010
Suka bloging? bagaimana reaksi kamu saat membuka web atau blog yang super lemot? membosankan bukan?
Nah, tentunya ada beberapa hal yang harus kita hindari agar weblog kita gampang dibuka dan tidak bertele-tele dalam urusan birokrasinya.
Berikut tipsnya:
1. Jika hosting yang digunakan adalah hostingan berbayar, pilihkan penyedia hostingan yang sudah berpengalaman. Jangan tergoda oleh paket yang ditawarkan dan harga yang diberikan.
2. Gunakan Sprite Image untuk mengecilkan jumlah HTTP request saat membuka blog.
3. Gunakan Cache Plugin untuk mengoptimalisasikan blog secara penuh. Misalnya dengan WP Super Cache, W3 Total Cache atau dengan Hyper Cache.
4. Minify dan Combine. CSS dan JS yang telah diminify dan combine akan membuat blog menjadi lebih cepat karena HTTP request untuk memanggil fungsi yang dimaksud sudah di kurangi sampai maksimal satu koneksi permintaan untuk setiap CSS dan JS yang di optimalisasikan. Fungsi ini sudah termasuk kedalam W3 Total Cache + dengan kemampuan untuk gZip file statis (diluar Image, Video, Audio, karena sudah terkompresi)
5. Banyak blog yang memasang tracking service secara berlebihan. Google Analytics, SiteMeter, Woopra, Clicky semuanya dikombinasikan menjadi satu sehingga memperlambat akses loading blog. Pilih salah satu atau dua saja dan hindari juga jasa layanan Pay-per-Post yang mewajibkan untuk meletakkan skrip di blog karena salah satu penyedia layanan tersebut meminta 8 HTTP REQUEST (contoh: SocialSpark). Juga hindari pemasangan widget tidak penting. Contohnya adalah Widget Prakiraan Cuaca, waktu dsb.
6. Gunakan hanya satu fungsi layanan re-tweet di blog. Semakin banyak jasa layanan tersebut dipasang maka akan semakin lama pula proses loading karena banyaknya request yang harus dilakukan oleh blog.
OK, happy ngeblog !
