30
July - 2010
Friday
SUBSCRIBE TO NEWS
SUBSCRIBE TO COMMENTS

.unintended.web.id

Just Another Worsepress

Vredeburg Dilengkapi Pemandu

Posted by unintended On April - 11 - 20093 COMMENTS

Pemerintah daerah perlu lebih memiliki kepedulian terhadap kekayaan dan aset budaya bernama museum, agar tingkat kunjungan museum dapat ditingkatkan. Mengingat museum bukan sekadar tempat menyimpan barang kuno namun juga media pelestari, edukasi dan rekreasi. Selain itu, pengelola museum juga perlu aktif dan kreatif menciptakan suasana yang diinginkan masyarakat mengingat kunjungan museum masih belum menjadi prioritas bagi Bangsa Indonesia. Direktur Museum Ditjen Sejarah dan Purbakala Depbudpar Dra Intan Mardiana MHum mengemukakan hal tersebut pada wartawan di Museum Benteng Vredeburg, belum lama ini. Hal tersebut dikemukakan usai peresmian hotspot area serta pemandu perjuangan di museum tersebut. Sebelumnya dijelaskan Kepala Museum Benteng Vredeburg, Ediningsih MHum bahwa untuk selanjutnya para pemandu piket akan mengenakan busana-busana spesifik dalam menjalankan tugasnya. Saat ini mereka mengenakan pakaian Kolonial Belanda. Lain waktu akan dikenakan pakaian pejuang, bahkan pakaian yang dikenakan mereka yang dikenal sebagai pahlawan. “Semua dilakukan secara bertahap,” katanya. Dikatakan Intan Mardiana citra berbeda dengan yang lain, haruslah diciptakan. Jika dulu masyarakat masih object oriented sekarang hal itu sulit untuk dilakukan. “Kalau citra tidak diciptakan, masyarakat tidak akan datang ke museum,” tandasnya. Perubahan paradigma ini menurutnya harus dilakukan sehingga museum bisa ‘gaul’. Perubahan paradigma ini bisa dari pemandu, informasinya, penelitian maupun pameran yang dilakukan. Intan mengakui, museum sekarang kurang memberikan apa yang diharapkan masyarakat, seperti yang didapat dari mall misalnya, yang begitu kemilau. Karena itulah, kreativitas pengelola yang membuat kegiatan atau program yang aktual dari benda-benda atau bangunannya, menjadi sangat diperlukan. Sehingga apa yang ada di museum menjadi dimengerti dan bisa hidup. “Tentu ini harus direncanakan lebih awal bahkan menjadi calender of events,” tambahnya. Kepala Museum Benteng Vredeburg Ediningsih mengemukakan, jika kalangan perbelanjaan mengenal istilah one stop shoping maka museum ini memiliki obsesi sebagai one stop understanding history bagi DIY. Dalam idealisme ini terkandung makna bahwa Museum Benteng Vredeburg ke depan adalah museum yang menjadi tujuan masyarakat untuk mengenal dan memahami sejarah Yogyakarta. Sumber: http://kr.co.id

Minggu Pagi di Alkid

Posted by unintended On April - 5 - 2009ADD COMMENTS

Hampir tiap malam, alkid atau alun² selatan yang letaknya di belakang keraton Jogja, dijadiin salah satu tempat untuk nongkrong kaum muda. Ada yang memadu kasih alias pacaran, nongkrong rame² ama temen satu kos or satu kampus ada juga yang emang tinggal di situ karena nomaden, ada juga yang “bermain” masangin. Masangin adalah suatu kegiatan yang dilakukan di malam hari, yang konon katanya jika kita berhasil melewati antara dua pohon beringin yang ada di alun² tersebut dengan mata tertutup, maka apa yang kita inginkan akan terwujud. Akar tradisinya memang belum jelas darimana asalnya, tapi banyak juga yang melakukan “permainan” ini, entah sekedar untuk hiburan atau percaya kepada mitos itu.
Alkid merupakan salah satu ruang publik yang setiap harinya ramai. Bahkan Minggu pagi pun Alkid dijadikan tempat untuk berbagai kegiatan. Olahraga, nongkrong, bermain sampai membeli jajanan tradisional. Seperti minggu pagi tadi, dari anak² sampe mbah² tumpah ruah di alkid, ada yang lari², senam, nongkrong, pacaran, yg masih tidur juga ada. Di alkid banyak permainan untuk anak² kecil. Ada becak mini, mobil²an mini, permainan mancing, dll. Tak ketinggalan, berbagai makanan juga tersedia di sini. Bubur ayam, soto ayam, bakwan kawi ada juga cenil.
Alkid juga terkadang dijadikan arena uji nyali, seperti yang dilakukan oleh mahasiswa dan mahasiswi YKPN, mereka muter² ngamen dari satu tempat ke tempat yang lain untuk mencari tanda tangan. Beberapa hari yang lalu, alkid juga dijadikan tempat untuk promosi partai peserta pemilu dan calegnya.