Me and Muse

  • HomeIndex Page
  • Contact MeSend Me an Email
  • PTCEarn Money Online

Vredeburg Dilengkapi Pemandu

11.04.2009

Pemerintah daerah perlu lebih memiliki kepedulian terhadap kekayaan dan aset budaya bernama museum, agar tingkat kunjungan museum dapat ditingkatkan. Mengingat museum bukan sekadar tempat menyimpan barang kuno namun juga media pelestari, edukasi dan rekreasi. Selain itu, pengelola museum juga perlu aktif dan kreatif menciptakan suasana yang diinginkan masyarakat mengingat kunjungan museum masih belum menjadi prioritas bagi Bangsa Indonesia. Direktur Museum Ditjen Sejarah dan Purbakala Depbudpar Dra Intan Mardiana MHum mengemukakan hal tersebut pada wartawan di Museum Benteng Vredeburg, belum lama ini. Hal tersebut dikemukakan usai peresmian hotspot area serta pemandu perjuangan di museum tersebut. Sebelumnya dijelaskan Kepala Museum Benteng Vredeburg, Ediningsih MHum bahwa untuk selanjutnya para pemandu piket akan mengenakan busana-busana spesifik dalam menjalankan tugasnya. Saat ini mereka mengenakan pakaian Kolonial Belanda. Lain waktu akan dikenakan pakaian pejuang, bahkan pakaian yang dikenakan mereka yang dikenal sebagai pahlawan. “Semua dilakukan secara bertahap,” katanya. Dikatakan Intan Mardiana citra berbeda dengan yang lain, haruslah diciptakan. Jika dulu masyarakat masih object oriented sekarang hal itu sulit untuk dilakukan. “Kalau citra tidak diciptakan, masyarakat tidak akan datang ke museum,” tandasnya. Perubahan paradigma ini menurutnya harus dilakukan sehingga museum bisa ‘gaul’. Perubahan paradigma ini bisa dari pemandu, informasinya, penelitian maupun pameran yang dilakukan. Intan mengakui, museum sekarang kurang memberikan apa yang diharapkan masyarakat, seperti yang didapat dari mall misalnya, yang begitu kemilau. Karena itulah, kreativitas pengelola yang membuat kegiatan atau program yang aktual dari benda-benda atau bangunannya, menjadi sangat diperlukan. Sehingga apa yang ada di museum menjadi dimengerti dan bisa hidup. “Tentu ini harus direncanakan lebih awal bahkan menjadi calender of events,” tambahnya. Kepala Museum Benteng Vredeburg Ediningsih mengemukakan, jika kalangan perbelanjaan mengenal istilah one stop shoping maka museum ini memiliki obsesi sebagai one stop understanding history bagi DIY. Dalam idealisme ini terkandung makna bahwa Museum Benteng Vredeburg ke depan adalah museum yang menjadi tujuan masyarakat untuk mengenal dan memahami sejarah Yogyakarta. Sumber: http://kr.co.id

Posted by unintended . Categories: Featured

3 Comments

  1. By oran9ehoLic07.05.2009 at 2:09 am

    ayoo kapan2 kita main ke benteng vredeburg, sekalian wisata sejarah.. :D

  2. By bhogey12.05.2009 at 12:30 pm

    oh ini..
    kemarin waktu saya ada kegiatan di sana sempet mbaca “launching free hotspot dan seragam pemandu”
    hho..
    kaya gimana seragamnya, saya belum pernah liat langsung…
    ikut dund jalan2nya,,hha :-P

  3. By kir3120.05.2009 at 10:16 pm

    wah indonesia udah ada kemajuan nih,,

    bagus dah,,haha”

Leave a Reply

Click here to cancel reply.

Recent Posts

  • Cara Sadis Membuat Playlist Musik
  • Cara Praktis Menghemat Baterai Laptop
  • Virus Windows Pasca Tsunami Jepang
  • AwayFind, Layanan Notifikasi Email
  • Last.fm Tak Gratis Lagi

Pay to Click

Recent Comments

  • siwi on Tindihan, Teror Setan?
  • Devie on Facebook Bikin Otak Lapuk
  • rini on Tindihan, Teror Setan?
  • unintended on Membuat Label CD or DVD
  • wachid on Membuat Label CD or DVD

Categories

  • Blog
  • Cerita Motivasi
  • Download
  • Featured
  • Musecorner
  • Ngoprek
  • Photoshop

- Copyright © Unintended Allright Reserved -

  • |
  • RSS Feed
  • Twitter
  • Facebook